classic bikers never die

About Me

Name:Pugardono
Birth:May 31
Location:Jogja, Indonesia
E-mail:simbah_22@yahoo.com
Ym:simbah_je
Mirc:sapri
Hobby:classic bikes, travelling

My Albums

  • Sindoro
  • Merbabu
  • Mancing

  • Archives

  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • October 2006
  • My Favorite

  • angkringan.or.id
  • blogger.com
  • debritto.net
  • frenster.com
  • google.com
  • gudeg.net
  • Kurusetra
  • toggletext.com
  • yahoo.com
  • 17tahun.com
  • Blog Tentang Sepeda motor
  • Friends Of Mine

    Ableh Aryo Saloca Donnie Dave Donpio Koebiz KopiMorning Kristee oeul Piyik Tia Tixoez

    Tag Board




    Google


    Tuesday, September 06, 2005

    New Day


    Sudah lumayan lama blog ini aku biarkan kosong dan sepi. Malem ini aku kembali jaga dan menemukan tulisan yang lumayan menyentuh dan bisa menjadi bahan renungan bagi kawan-kawan semua. Artikel ini saya dapat dari millist Bosok Sejati, selamat membaca dan merenungkan.


    Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku dipagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

    Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.

    Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku dipagar.Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

    Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

    Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

    Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.

    Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal,lukanya ttp akan tinggal.

    Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.Mereka bs membuatmu tertawa dan memberimu semangat.Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.
    blogged by Simbah_je @ 1:08 AM